Mengapa Kolitis Ulseratif tidak sama dengan wasir

29 Juni 2026 3 min read

Oleh: dr. Hadi Winoto, Sp.B-KBD

darah saat bab

Banyak orang langsung menyimpulkan semua darah di toilet itu wasir. Faktanya, kolitis ulseratif juga bisa bikin darah keluar dari usus. Wasir memang penyebab sering BAB berdarah. Tapi jangan buru-buru menyalahkan wasir! Ada penyakit lain yang gejalanya mirip, bahkan lebih berbahaya. Salah diagnosa = salah penanganan.

Bagaimana Wasir Terjadi

Wasir terjadi karena pembuluh darah di sekitar anus membengkak. Saat feses keras lewat, pembuluh yang membengkak itu bisa pecah dan berdarah.

Ciri khasnya: darah biasanya merah segar dan menetes. Keluarnya setelah BAB selesai. Lokasi masalah ada di anus, bagian paling ujung saluran cerna.

Wasir biasanya hilang-timbul sesuai gaya hidup. Mengejan terlalu keras, duduk terlalu lama, atau kurang serat bisa memicu kambuh. Tapi dengan pola hidup sehat, wasir bisa membaik dan tidak selalu kambuh terus.

Bagaimana Kolitis Ulseratif Terjadi

Kolitis ulseratif adalah peradangan kronis di usus besar. Bukan masalah di anus, tapi di lapisan dalam usus besar bagian dalam.

Peradangan ini bikin lapisan usus luka. Luka di usus disebut ulserasi. Luka ini lalu mengeluarkan darah dan lendir. Karena lokasinya jauh di dalam, darah bercampur dengan feses dan lendir saat keluar.

Luka di usus berbeda dengan wasir di anus. Ini masalah pada dinding usus besar itu sendiri, bukan pembuluh darah di sekitar anus.

Perbedaan Lokasi Sumber Darah: Kunci Diagnosis

Ini perbedaan paling penting. Lokasi berbeda = penyakit berbeda.

Wasir: darah berasal dari anus. Makanya darah keluar terpisah, merah terang, dan sering menetes di akhir BAB.

Kolitis Ulseratif: darah berasal dari usus besar bagian dalam. Makanya darah bercampur dengan kotoran dan lendir. Warna bisa merah gelap atau merah bercampur.

Lokasi perdarahan penting untuk diagnosis. Dokter butuh tahu sumber darahnya dari mana untuk menentukan penyakit apa yang sebenarnya terjadi.

Gejala Lain Kolitis Ulseratif

Selain BAB berdarah, kolitis ulseratif punya gejala lain yang jarang ada pada wasir biasa.

Gejala lain yang muncul: perut kram, diare kronis lebih dari 4x sehari, penurunan berat badan tanpa sebab, hingga kelelahan ekstrem.

Kalau BAB berdarah disertai gejala lain ini, jangan anggap enteng. Kombinasi gejala ini lebih mengarah ke peradangan usus seperti kolitis ulseratif, bukan sekadar wasir.

Sifat Penyakit yang Berbeda

Wasir dan kolitis ulseratif punya sifat penyakit yang sangat berbeda.

Wasir: biasanya hilang-timbul karena gaya hidup. Kalau pola makan diperbaiki dan tidak mengejan, wasir bisa sembuh total. Ini gangguan yang bersifat sementara.

Kolitis Ulseratif: penyakit kronis autoimun dengan fase kambuh dan remisi. Ada masa gejala aktif, lalu ada masa tenang. Tapi penyakitnya tidak hilang total. Kolitis ulseratif bukan sekadar gangguan sementara, tapi kondisi jangka panjang yang butuh perawatan rutin.

Dari keterangan sebelumnya, jelas kalau BAB berdarah tidak bisa langsung divonis wasir.

Perhatikan 3 hal:

  1. Warna darah
  2. Ada lendir atau tidak
  3. Ada gejala lain seperti kram perut atau diare kronis.

Kalau masih ragu, satu-satunya cara pasti adalah periksa ke dokter. Dokter bisa bedakan wasir vs kolitis ulseratif lewat pemeriksaan fisik dan kolonoskopi.

Deteksi dini bikin penanganan lebih tepat dan usus lebih aman.
 

Hubungi Kami

Untuk informasi & buat janji temu Dokter

Tags
dr. Hadi Winoto, Sp.B-KBD
Bedah Digestif Lihat jadwal
Loading data...