+62 859-3135-3197
Kolitis Ulseratif: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
Oleh: dr. Hadi Winoto, Sp.B-KBD

Kolitis ulseratif adalah penyakit peradangan kronis yang menyerang lapisan dalam usus besar dan rektum. Kondisi ini termasuk jenis Inflammatory Bowel Disease atau IBD.
Berbeda dengan diare biasa, kolitis ulseratif bisa menyebabkan BAB berdarah, nyeri perut hebat, dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Deteksi dini dan penanganan tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi.
Apa Itu Kolitis Ulseratif?
Kolitis ulseratif merupakan penyakit autoimun. Pada kondisi normal, sistem imun melindungi tubuh dari bakteri dan virus. Pada penderita kolitis ulseratif, sistem imun justru keliru menyerang sel-sel sehat di dinding usus besar. Akibatnya muncul peradangan dan luka terbuka atau ulkus yang tidak kunjung sembuh. Penyakit ini bersifat kronis dan seumur hidup. Namun, gejalanya bisa dikontrol sehingga penderita bisa menjalani aktivitas normal.
Apa Saja Gejala Kolitis Ulseratif?
Gejala kolitis ulseratif sering disalahartikan sebagai wasir atau diare biasa. Padahal gejalanya lebih berat dan berlangsung lama. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai:
- BAB berdarah atau berlendir: Ini tanda paling khas. Darah bisa berwarna merah terang atau gelap.
- Diare terus-menerus: Frekuensi BAB meningkat dan terasa mendesak.
- Nyeri dan kram perut: Terutama di perut bagian kiri bawah.
- Berat badan turun: Karena penyerapan nutrisi terganggu.
- Lemas dan anemia: Akibat kehilangan darah kronis.
Jika Anda mengalami BAB berdarah lebih dari 2 minggu, jangan tunda untuk periksa ke dokter.
Apa Penyebab Kolitis Ulseratif?
Penyebab pastinya belum diketahui. Namun, beberapa faktor diduga berperan:
- Faktor autoimun: Sistem imun menyerang usus sendiri.
- Faktor genetik: Riwayat keluarga dengan IBD meningkatkan risiko.
- Faktor lingkungan: Pola makan, stres, dan paparan bakteri tertentu bisa memicu.
- Ketidakseimbangan bakteri usus: Komposisi mikrobiota usus yang tidak normal.
Perlu diingat, makanan pedas atau stres bukan penyebab utama. Tapi keduanya bisa memicu kambuh atau _flare_.
Bagaimana Perjalanan Penyakitnya?
Kolitis ulseratif punya pola "naik-turun". Ada 2 fase utama:
- Remisi: Periode gejala mereda atau hilang. Penderita bisa beraktivitas normal.
- Eksaserbasi/Relaps: Periode kambuh dengan gejala kembali berat. Fase ini seperti "roller coaster".
Tanpa penanganan, peradangan terus-menerus bisa merusak usus dan memicu komplikasi.
Apa Komplikasi yang Mungkin Terjadi?
Deteksi dini bisa mencegah komplikasi serius seperti:
- Perdarahan hebat pada usus
- Perforasi atau lubang pada dinding usus
- Megakolon toksik, yaitu pelebaran usus besar yang berbahaya
- Peningkatan risiko kanker kolorektal jangka panjang
- Osteoporosis akibat gangguan penyerapan kalsium
Bagaimana Cara Mengatasi Kolitis Ulseratif?
Kolitis ulseratif belum bisa disembuhkan total. Tujuan pengobatan adalah mengendalikan peradangan dan memperpanjang masa remisi. Penanganan dilakukan oleh dokter spesialis penyakit dalam/gastroenterologi. Beberapa pilihan terapi:
- Obat anti-inflamasi: Seperti 5-ASA untuk meredakan peradangan ringan.
- Kortikosteroid: Untuk mengatasi flare akut.
- Imunosupresan: Menekan kerja sistem imun yang berlebihan.
- Terapi biologis: Obat target untuk kasus sedang-berat.
- Operasi: Dilakukan jika obat tidak mempan atau ada komplikasi.
Selain obat, dokter juga akan anjurkan pola makan seimbang dan kelola stres.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasi ke dokter jika Anda mengalami:
- BAB berdarah lebih dari 3 hari
- Diare lebih dari 10x sehari
- Nyeri perut hebat yang tidak hilang
- Demam tinggi dan berat badan turun drastis
Penanganan cepat membuat hasil pengobatan lebih baik. Jangan abaikan gejala BAB berdarah dan nyeri perut. Konsultasikan keluhan Anda ke dokter spesialis bedah digestif terdekat untuk diagnosis dan penanganan yang tepat.
FAQ
Apakah kolitis ulseratif sama dengan wasir?
Tidak sama. Wasir adalah pembengkakan pembuluh darah di anus. Kolitis ulseratif adalah peradangan pada usus besar. Tapi keduanya bisa menyebabkan BAB berdarah, jadi diagnosis dokter penting.
Apakah kolitis ulseratif bisa sembuh total?
Belum ada obat yang menyembuhkan total. Tapi dengan pengobatan rutin, banyak penderita yang bisa remisi bertahun-tahun dan hidup normal.
Makanan apa yang harus dihindari?
Tidak ada makanan pantangan baku. Setiap orang punya pemicu berbeda. Catat makanan yang membuat gejala kambuh, lalu konsultasikan ke dokter gizi.
Apakah kolitis ulseratif menular?
Tidak. Penyakit ini tidak menular dari orang ke orang.
Apakah kolitis ulseratif bisa menyebabkan kanker?
Risiko kanker kolorektal memang lebih tinggi pada kolitis ulseratif jangka panjang. Karena itu skrining kolonoskopi rutin penting dilakukan sesuai anjuran dokter.
Hubungi Kami
Untuk informasi & buat janji temu Dokter
| Loading data... |
|---|


