+62 859-3135-3197
Berat Badan Lahir Rendah (BBLR): Tidak Selalu Karena Prematur, dan Bisa Dicegah!
Oleh Dr. dr. Budi Prasetyo, Sp.OG (K)

Banyak Calon Moms yang sering khawatir ketika mendengar istilah Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Selama ini BBLR sering dikaitkan dengan bayi prematur, padahal faktanya tidak semua bayi dengan berat badan lahir rendah adalah bayi prematur. Ada berbagai faktor lain yang dapat membuat bayi lahir dengan berat kurang dari 2.500 gram.
Kabar baiknya, BBLR sebenarnya bisa dicegah dengan persiapan kehamilan yang matang dan pemantauan kesehatan yang tepat selama masa kehamilan.
Apa Saja Penyebab BBLR?
Beragam kondisi dapat menyebabkan berat badan lahir bayi menjadi rendah, di antaranya:
1. Masalah kesehatan ibu selama kehamilan. Beberapa kondisi medis dapat memengaruhi pertumbuhan janin, seperti:
- Tekanan darah tinggi
- Preeklampsia
- Kurang gizi atau asupan nutrisi yang tidak memadai
2. Usia ibu pada saat hamil tidak ideal. Risiko BBLR meningkat pada:
- Ibu hamil usia di bawah 18 tahun
- Ibu hamil usia di atas 35 tahun
Keduanya memerlukan pengawasan yang lebih ketat.
3. Infeksi selama kehamilan. Infeksi tertentu dapat menghambat pertumbuhan janin dan menyebabkan bayi lahir dengan berat lebih rendah dari seharusnya.
4. Konsumsi obat-obatan tertentu, alkohol, atau paparan rokok. Baik merokok aktif maupun pasif selama kehamilan dapat berdampak pada perkembangan janin. Penggunaan alkohol dan obat-obatan terlarang juga meningkatkan risiko BBLR secara signifikan.
BBLR Bisa Dicegah, Ini Caranya
Dengan langkah-langkah yang tepat, risiko BBLR dapat ditekan secara optimal. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan oleh Calon Moms:
- Rencanakan kehamilan dengan matang - Pastikan tubuh dalam kondisi sehat sebelum hamil dan konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui kesiapan fisik maupun medis.
- Penuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil - Asupan gizi seimbang sangat berperan dalam pertumbuhan janin. Konsumsi makanan kaya protein, zat besi, asam folat, dan vitamin lainnya.
- Jalani pemeriksaan kehamilan secara teratur - Dengan kontrol rutin, dokter dapat memantau perkembangan janin sekaligus mendeteksi dini adanya risiko atau kelainan.
- Hindari merokok, alkohol, dan obat-obatan terlarang - Kebiasaan ini sangat memengaruhi kesehatan janin. Calon Moms juga perlu menghindari paparan asap rokok dari lingkungan sekitar.
- Kelola stres dengan baik - Stres berlebihan dapat berdampak pada kesehatan ibu dan perkembangan janin. Luangkan waktu untuk relaksasi, tidur cukup, dan lakukan aktivitas yang menenangkan.
Dengan dukungan dokter spesialis berpengalaman dan fasilitas pemeriksaan yang lengkap, RS Premier Surabaya siap mendampingi Calon Moms melewati setiap tahap kehamilan dengan aman dan nyaman.
Hubungi Kami
Untuk informasi & buat janji temu Dokter
| Loading data... |
|---|

