Terapi Kanker Serviks Stadium Lanjut: Standar Baru CCRT + Imunoterapi Pembrolizumab

04 Desember 2025 4 min read

Oleh Dr. dr. Brahmana Askandar, Sp.OG (K)

cervical cancer screening

Kanker serviks (kanker leher rahim) dibagi menjadi beberapa stadium. Secara sederhana:

  • Stadium dini: kanker masih sangat kecil dan terbatas di leher rahim.
  • Stadium locally advanced: kanker sudah lebih besar atau mulai menjalar ke jaringan sekitar, tapi belum menyebar jauh. Ini yang paling sering ditemukan di Indonesia.
  • Stadium lanjut: kanker sudah menyebar ke organ jauh.


Pada stadium dini, operasi masih bisa dilakukan. Tapi di stadium locally advanced dan stadium lanjut, operasi tidak lagi menjadi pilihan utama karena kanker sudah terlalu luas.

Bagaimana pengobatan kanker serviks stadium locally advanced?

Dulu, pasien stadium ini hanya menjalani radiasi. Bahkan zaman dulu ahli kandungan memasang radium secara manual — yang sekarang sudah tidak digunakan lagi.

Saat ini, standar pengobatan modern dan terbaik adalah kombinasi tiga terapi:

  1. Radiasi luar (external radiation)
  2. Kemoterapi mingguan dengan obat cisplatin dosis rendah, diberikan 5–6 kali
  3. Brakiterapi (radiasi internal)


Kombinasi tiga terapi ini disebut CCRT (Concurrent Chemoradiotherapy)

Ini adalah standar internasional untuk stadium locally advanced.

Penambahan cisplatin mingguan terbukti memberikan manfaat besar:

  • Meningkatkan peluang hidup 10–15%
  • Mengurangi risiko kanker muncul kembali, baik di daerah panggul maupun jauh dari lokasi awal

Terapi terbaru: Kombinasi CCRT + Imunoterapi Pembrolizumab

Perkembangan terbaru dalam dunia medis adalah menambahkan imunoterapi bernama pembrolizumab bersamaan dengan CCRT.

Penelitian besar bernama Keynote A-18 menunjukkan bahwa:

  • Pasien yang mendapat pembrolizumab + CCRT memiliki masa bebas perkembangan penyakit lebih panjang (progression free survival lebih baik) dibanding pasien yang hanya menjalani CCRT.
  • Risiko penyakit berkembang turun 30%.
  • Risiko kematian turun 33%.


Karena hasil penelitian yang kuat, kombinasi ini kini dianggap sebagai standar pengobatan baru untuk stadium locally advanced.

Siapa yang bisa mendapatkan terapi pembrolizumab?

  • Stadium locally advanved. IB3, IIB-IVA

Skema pemberian:

  1. Selama CCRT: Pembrolizumab 200 mg tiap 3 minggu, sebanyak 5 kali
  2. Setelah selesai CCRT (maintenance): Pembrolizumab 400 mg setiap 6 minggu, sebanyak 15 kali


Ketersediaan & Biaya Pembrolizumab

  • Sudah tersedia di Indonesia
  • Belum ditanggung BPJS
  • Beberapa asuransi swasta menanggungnya
  • Harga di salah satu apotek online: sekitar Rp 68 juta per 100 mg
    Artinya:
    Pemberian 200 mg = kira-kira Rp 136 juta sekali infus
    Pemberian 400 mg = kira-kira Rp 272 juta sekali infus


Waktu adalah faktor kunci

Selain jenis terapi, kecepatan menyelesaikan rangkaian terapi sangat menentukan hasil pengobatan.

  • Jika total durasi terapi lebih dari 9–10 minggu, risiko kanker muncul kembali di daerah panggul jauh lebih tinggi
  • Idealnya, total terapi radiasi luar + brakiterapi harus selesai dalam 6–7 minggu, maksimal 8 minggu

Semakin cepat selesai, semakin baik hasilnya.


Kesimpulan: Standar Pengobatan Kanker Serviks Stadium Locally Advanced Saat Ini

  1. Radiasi luar (external radiation)
  2. Cisplatin mingguan 40 mg/m² selama 5–6 minggu
  3. Brakiterapi (radiasi internal)
  4. Pembrolizumab
    200 mg tiap 3 minggu × 5 kali selama CCRT
    400 mg tiap 6 minggu × 15 kali sebagai maintenance

Ini adalah gambaran terapi kanker serviks stadium lanjut yang paling baru di dunia.
Tantangannya adalah perbedaan akses dan biaya antara negara maju dan berkembang. Tanpa solusi pendanaan, kesenjangan hasil terapi akan semakin melebar.

Hubungi Kami

Untuk informasi & buat janji temu Dokter

Tags
Dr. dr. Brahmana Askandar, Sp.OG (K)
Kebidanan dan Kandungan Lihat jadwal
Loading data...