+62 859-3135-3197
Sakit Sinus Ternyata Bisa Berasal dari Gigi: Mengenal Sinusitis Odontogenik
Oleh : drg. Agya Nanda Prasetya, Sp.RKG

Banyak orang pernah merasakan keluhan seperti hidung tersumbat, nyeri di sekitar pipi, atau rasa berat pada wajah. Keluhan tersebut sering dikaitkan dengan sinusitis, yaitu peradangan pada rongga sinus yang berada di sekitar hidung. Umumnya sinusitis dianggap sebagai akibat dari infeksi saluran pernapasan, alergi, atau flu yang berkepanjangan.
Namun, tidak banyak yang menyadari bahwa dalam beberapa kasus, sinusitis ternyata dapat berasal dari masalah pada gigi. Kondisi ini dikenal sebagai sinusitis odontogenik, yaitu sinusitis yang disebabkan oleh infeksi yang berasal dari gigi atau jaringan di sekitarnya. Pemahaman mengenai hubungan antara gigi dan sinus sangat penting, karena jika penyebab utama tidak ditangani dengan tepat, keluhan sinusitis dapat terus berulang meskipun sudah mendapatkan pengobatan.
Kedekatan Anatomi antara Gigi dan Sinus Maksila
Sinus merupakan rongga berisi udara yang terdapat di dalam tulang wajah. Salah satu sinus yang paling besar adalah sinus maksila, yang terletak di dalam tulang pipi, tepat di atas gigi rahang atas bagian belakang. Akar gigi premolar dan molar rahang atas sering kali berada sangat dekat dengan dasar sinus maksila. Pada beberapa orang, bahkan ujung akar gigi dapat berada sangat dekat atau hampir menyentuh rongga sinus. Kedekatan anatomi inilah yang membuat infeksi dari gigi berpotensi menyebar ke sinus.
Ketika terjadi infeksi pada ujung akar gigi atau jaringan di sekitarnya, bakteri dapat menimbulkan peradangan pada lapisan sinus. Akibatnya, sinus dapat mengalami pembengkakan, produksi cairan meningkat, dan akhirnya menimbulkan gejala sinusitis.
Apa yang Menyebabkan Sinusitis Berasal dari Gigi?
Sinusitis odontogenik dapat disebabkan oleh beberapa kondisi pada gigi dan jaringan penyangganya, antara lain:
- Infeksi pada ujung akar gigi (infeksi periapikal) akibat gigi berlubang yang tidak dirawat
- Penyakit periodontal berat yang menyebabkan kerusakan jaringan penyangga gigi
- Komplikasi setelah pencabutan gigi, terutama pada gigi belakang rahang atas
- Kegagalan perawatan saluran akar
- Terbentuknya lubang / jalur antara rongga mulut dan sinus (oroantral communication) pasca pencabutan
Ketika infeksi dari gigi mencapai sinus maksila, bakteri dapat memicu peradangan pada lapisan sinus. Kondisi ini kemudian berkembang menjadi sinusitis. Menariknya, penelitian menunjukkan bahwa sebagian kasus sinusitis kronis pada sinus maksila sebenarnya memiliki hubungan dengan infeksi gigi, tetapi sering kali tidak disadari.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Gejala sinusitis yang berasal dari gigi sering kali mirip dengan sinusitis pada umumnya, sehingga tidak jarang sulit dibedakan pada awalnya.
Beberapa keluhan yang sering muncul antara lain:
- Nyeri atau rasa tekanan pada pipi
- Hidung tersumbat
- Keluar cairan dari hidung
- Rasa tidak nyaman pada wajah
- Sakit kepala
- Kadang disertai nyeri pada gigi rahang atas
Salah satu ciri yang sering ditemukan adalah keluhan yang muncul hanya pada satu sisi wajah, sesuai dengan lokasi gigi yang mengalami infeksi. Pada beberapa kasus, pasien telah berulang kali mengonsumsi obat untuk sinusitis, tetapi keluhan tetap tidak membaik. Hal ini dapat terjadi apabila sumber infeksi yang sebenarnya berasal dari gigi belum ditangani.
Mengapa Sinusitis Odontogenik Sering Terlewatkan?
Sinusitis yang berasal dari gigi sering kali tidak langsung terdeteksi karena gejalanya menyerupai sinusitis biasa. Banyak pasien pertama kali memeriksakan diri ke dokter karena keluhan hidung tersumbat atau nyeri pada pipi, tanpa menyadari adanya masalah pada gigi. Selain itu, pada pemeriksaan klinis biasa, sumber infeksi pada gigi terkadang tidak selalu terlihat dengan jelas. Oleh karena itu, pemeriksaan penunjang sangat diperlukan untuk membantu memastikan diagnosis.
Peran Pemeriksaan Radiologi dalam Menemukan Penyebabnya
Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi pencitraan medis telah berkembang pesat dan sangat membantu dalam menegakkan diagnosis. Salah satu pemeriksaan yang banyak digunakan dalam kedokteran gigi adalah Cone Beam Computed Tomography (CBCT). Pemeriksaan ini menghasilkan gambaran tiga dimensi dari struktur gigi, tulang rahang, serta sinus maksila.
Dengan menggunakan CBCT, dokter dapat melihat secara lebih jelas hubungan antara akar gigi dan sinus maksila. Pemeriksaan ini juga dapat membantu mengidentifikasi berbagai kondisi seperti:
- Infeksi pada ujung akar gigi
- Penebalan lapisan mukosa sinus
- Adanya cairan di dalam sinus
- Hubungan langsung antara infeksi gigi dengan sinus
- Komplikasi pasca pencabutan gigi
Keunggulan CBCT dibandingkan radiografi konvensional adalah kemampuannya menampilkan struktur anatomi secara tiga dimensi, sehingga dokter dapat memahami kondisi yang terjadi dengan lebih akurat. Peran dokter gigi spesialis radiologi kedokteran gigi (Sp.RKG) menjadi sangat penting dalam melakukan interpretasi hasil pemeriksaan ini, sehingga sumber infeksi dapat diidentifikasi dengan tepat.
Penanganan Sinusitis yang Berasal dari Gigi
Prinsip utama dalam menangani sinusitis odontogenik adalah mengatasi sumber infeksi pada gigi. Tanpa penanganan terhadap penyebab utamanya, sinusitis dapat terus berulang.
Beberapa tindakan yang mungkin diperlukan antara lain:
- Perawatan saluran akar pada gigi yang terinfeksi
- Pencabutan gigi yang tidak dapat dipertahankan
- Perawatan penyakit periodontal
- Penanganan pada sinus jika diperlukan
Dalam banyak kasus, penanganan kondisi ini memerlukan kerja sama antara dokter gigi dan dokter spesialis THT agar pasien mendapatkan perawatan yang optimal.
Pentingnya Pemeriksaan yang Tepat
Sinusitis sering kali dianggap sebagai masalah yang berkaitan dengan hidung atau saluran pernapasan. Namun, dalam beberapa kasus, sumber permasalahan justru berasal dari gigi. Oleh karena itu, apabila seseorang mengalami sinusitis yang berulang atau tidak kunjung membaik, pemeriksaan kondisi gigi juga perlu dipertimbangkan. Dengan bantuan teknologi pencitraan seperti CBCT, dokter dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai hubungan antara gigi dan sinus. Diagnosis yang tepat akan membantu menentukan penanganan yang sesuai, sehingga keluhan pasien dapat diatasi secara lebih efektif.
Hubungi Kami
Untuk informasi & buat janji temu Dokter

