GERD: Pengertian, Gejala, dan Komplikasinya

20 April 2026 3 min read

Oleh: Amal Arifi Hidayat, Sp.PD

Gerd

Pernahkah Anda merasakan adanya sesuatu yang naik ke kerongkongan saat Anda selesai makan? Tidak hanya itu, rasanya kerongkongan Anda juga panas setelahnya. Mungkin saja sebenarnya Anda sedang mengalami GERD atau refluks asam lambung. Meskipun sebenarnya ini penyakit yang tergolong umum, tetapi masih banyak orang yang salah mengenalinya, lho. Yuk, cari tahu lebih jelasnya dalam artikel ini!

Apa Itu GERD?

GERD (Gastroesophageal reflux disease) adalah kondisi di mana asam lambung naik ke esofagus dan terjadi dalam jangka panjang. Esofagus atau yang dikenal dengan kerongkongan adalah otot yang menyerupai tabung panjang dan menjadi penghubung antara leher dengan lambung. Untuk lebih jelasnya, yuk, simak bagaimana sistem esofagus bekerja untuk mengalirkan makanan dari mulut ke lambung!

  1. Setelah makanan dikunyah di mulut dan ditelan, maka akan mengalir ke dalam lambung melalui esofagus.

  2. Upper esophageal sphincter (UES), yaitu otot berbentuk cincin yang berada pada bagian atas esofagus, akan mendeteksi keberadaan makanan atau minuman dan kemudian membuka secara otomatis agar makanan atau minuman dapat masuk ke esofagus.

  3. Di dalam esofagus, akan ada gerakan peristaltik yang mendorong makanan masuk ke bawah hingga mencapai lower esophageal sphincter (LES), yaitu otot yang berada di atas lambung.

  4. LES juga bekerja secara otomatis dan akan membuka saat mendeteksi adanya makanan atau minuman yang akan masuk ke lambung. Saat sudah masuk, maka LES akan menyempit secara otomatis hingga rapat, agar makanan maupun asam lambung tidak akan naik ke esofagus.

Pada seseorang yang mengalami GERD, LES tidak berfungsi secara sempurna dalam menyempitkan ototnya, sehingga terjadilah refluks asam lambung, yaitu asam lambung maupun partikel dari makanan yang naik ke esofagus. Kondisi ini bisa terjadi sesekali, misalnya saat Anda langsung berbaring setelah makan. Namun, pada penderita GERD, refluks asam lambung terjadi secara berulang dalam jangka panjang.

Gejala GERD

Ada beberapa gejala ringan hingga berat yang bisa dialami oleh penderita GERD, berikut ini beberapa di antaranya:

  • Refluks Asam. Sensasi naiknya asam dan partikel makanan ke esofagus menyebabkan rasa panas di esofagus dan terkadang rasa asam pada mulut.

  • Nyeri pada dada. Beberapa orang mengalami nyeri pada esofagus tanpa adanya sensasi terbakar dan menyerupai nyeri yang berhubungan dengan jantung, sehingga memicu saraf memunculkan rasa nyeri pada dada.

  • Mual dan terkadang disertai muntah. Asam lambung yang naik akan memicu munculnya rasa mual dan kehilangan nafsu makan. Terkadang mual juga disertai dengan muntah.

  • Sakit tenggorokan. Adanya asam lambung yang naik ke esofagus akan mengiritasi dinding esofagus, sehingga terasa sakit dan perih, terutama saat makan atau minum.

  • Gangguan pernapasan. Partikel asam yang masuk ke dalam saluran pernapasan dapat menyebabkan gangguan sistem pernapasan, seperti batuk yang tidak juga sembuh maupun memicu asma.

GERD bisa menyerang siapa saja, termasuk bayi. Sayangnya, karena bayi belum bisa bicara dan mengeluh, maka sulit bagi Anda untuk mengenali gejalanya. Namun, ketika bayi menunjukkan beberapa gejala berikut, ada baiknya Anda segera melakukan konsultasi untuk mengetahui penyebab pastinya, yaitu:

  • Lebih rewel dari biasanya

  • Muntah secara berlebihan

  • Menolak susu atau MPASI pada bayi di atas 6 bulan

  • Suara napas terdengar berat dan berbunyi tidak normal

  • Bau mulut yang tidak wajar

Penyebab dan Pencegahan GERD

Belum ada yang mengetahui secara pasti penyebab dari melemahnya LES yang membuat terjadinya refluks asam lambung. Namun, ada beberapa faktor risiko yang dianggap sebagai penyebab terjadinya GERD, antara lain:

  • Ibu hamil

  • Obesitas

  • Kebiasaan makan terlalu cepat atau terlalu banyak

  • Konsumsi obat-obatan tersebut

  • Perokok aktif dan pasif

  • Konsumsi makanan berlemak, pedas, cokelat, dan yang mengandung kafein

Untuk mencegah terjadinya GERD, maka Anda bisa mencoba dengan menghindari faktor risiko di atas, kecuali untuk kondisi hamil. Pada ibu hamil, selalu konsultasikan kondisi Anda dengan jujur pada dokter kandungan Anda, sehingga jika Anda mengalami GERD dapat diambil langkah penanganan yang tepat dan aman bagi Anda maupun janin dalam kandungan.

Komplikasi dan Pengobatan GERD

GERD tergolong penyakit umum di mana cukup banyak masyarakat yang mengalaminya. Namun, penyakit ini tidak bisa dianggap kecil dan tetap membutuhkan penanganan yang tepat, karena bisa menimbulkan komplikasi yang serius, yaitu:

  • Esofagitis: Peradangan pada esofagus dan jika tidak tertangani dengan tepat akan mengubah jaringan pada esofagus.

  • Esofagitid Barrett: Jaringan yang melapisi esofagus mengalami perubahan hingga tampak seperti lapisan usus akibat paparan asam dan peradangan jangka panjang, kondisi ini bisa menyebabkan terjadinya kanker esofagus.

  • Refluks Laringofaring: Mengalirnya refluks ke tenggorokan yang akan menyebabkan pembengkakan pada tenggorokan, perubahan suara, dan juga masuknya asam lambung ke saluran pernapasan.

Refluks asam lambung yang hanya terjadi satu kali bisa hilang dengan sendirinya tanpa membutuhkan perawatan khusus. Namun, jika terjadi secara berulang maka Anda sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit Premier Surabaya. Dengan penanganan yang cepat oleh dokter yang berpengalaman, komplikasi akibat GERD dapat dicegah. Segera hubungi kami untuk melakukan pendaftaran secara online agar penyakit Anda dapat ditangani secepatnya.

 

Hubungi Kami

Untuk informasi & buat janji temu Dokter